Login Form






Lost Password?
No account yet? Register

Polls

Which Linux distro that you use ....?
 
Which Programing Languange that you use
 

YM Admin

Recent User

Golmindalin - 10.09.10 jam16:25 
irrextDit - 10.09.10 jam14:22 
unolasse - 10.09.10 jam08:31 
SCAexape - 10.09.10 jam05:06 
Vinlyengere - 10.09.10 jam04:07 
gliciople - 10.09.10 jam00:46 
engagdeva - 09.09.10 jam14:47 
newscrpx - 09.09.10 jam10:45 
factory - 09.09.10 jam07:34 
unwire - 09.09.10 jam06:18 

Syndicate

Rss from Estehmanis.com

Statistics

Members: 3511
News: 30
Web Links: 3
Visitors: 268385

Alexa

JoomlaStats Visitors by Country

Setting Grub Multi OS Print E-mail
User Rating: / 1
PoorBest 
Written by akmal bashan   
Wednesday, 16 January 2008

Setting Grub Multi OS


    Dengan banyaknya pilihan dan variasi Operating System (OS) sekarang ini mungkin membuat kita tidak puas hanya mengguanakan satu OS saja. Saya sendiri sekarang menggunakan 3 OS pada komputer saya Windows, Fedora Core 4 dan Ubuntu 7.10 . Dengan banyaknya pilihan OS bagi anda yang rasa ingin tahu nya besar dan mau mencoba OS selain Windows yang merajai Dunia OS saat ini mungkin ingin mencoba OS lain selain windows yang katanya bahkan mungkin bukan katanya saja mempunyai banyak bug dan kekurangannya seperti banyaknya virus yang menggerogoti. Disini saya tidak ingin membanggakan atau menilai bagus atau tidaknya satu OS hanya saja kita mempunyai pilihan untuk komputer yang kita miliki untuk memilih OS yang digunakan tidak hanya satu saja, ada banyak pilihan OS diluar sana jangan hanya terpatok pada satu OS saja . Memang Tiap OS mempunyai kelebihan dan kekurangannya seperti windows yang munkin didukung banyak software dan hardware tetapi mungkin banyak bug dan virusnya dan ada Linux Os yang dibuat dari UNIX yang mungkin powerfull untuk server tetapi mungkin belum bayak didukung oleh hardware sehingga driver untuk hardware pada linux tidak sebanyak windows. Dan ada MacOS yang juga powerfull baik untuk Personal komputer maupun untuk server.

    Maka disini saya akan membahas bagaimana jika kita ingin menginstall banyak OS pada komputer kita. Tetapi pertama ada bebrapa bahasan yang kita perlu tahu terlebih dahulu.


  1. Membaca Partisi


    Mungkin bagi anda yang belum familiar dengan Linux bertanya-tanya apasih /dev/hda1 itu, maka saya mulai tutorial ini dengan membahas sedikit tentang partisi di Linux. Bagi anda yang sering menggunakan windows pasti anda mengenali sistem pembagian partisi pada harddisk. Seperti yang anda tahu bahwa dalam memasang harddisk kita mengenal ada primary master, primary slave dan ada secondary master dan secondary slave. Pada contoh kali ini kita akan menggunakan 2 harddisk yang kita letakkan pada primary master untuk hardisk yang pertama yang primary slave untuk harddisk yang kedua. Harddisk yang pertama tidak kita partisi dan harddisk yang kedua kita bagi menjadi dua partisi, agar lebih mudah maka pertama coba kita lihat padaa windows terlebih dahulu dan apabila kita lihat maka akan kita lihat seperti ini :


  • Harddisk pertama akan menjadi : drive C:

  • Harddisk kedua partisi pertama : drive D:

  • Harddisk kedua partisi kedua : drive E:


    Mudah bukan pasti anda mengerti kan bila melihat partisi di windows, nah sekarang kita akan mencoba mengimplementasikannya pada Linux. Pertama anda harus tahu terlebih dahulu bagaimana Linux membaca harddisk, dan kita harus tahu harddisk kita tertancap pada primary atau secondary karena pembacaan harddisk di Linux tergantung dimana letak harddisk kita, oke jadi begini saja saya kan berikan tabel pembacaan harddisk di linux :


  • Primary master akan dibaca : /dev/hda

  • Primary slave akan dibaca : /dev/hdb

  • Secondary master akan dibaca : /dev/hdc

  • Secondary slave akan dibaca : /dev/hdd


    Nah seperti tabel diatas maka jika harddisk kita tertancap pada primary slave maka akan dibaca /dev/hdb pada Linux. Dan pada contoh kita kali ini harddisk kita kita tancapkan pada primary master dan primary slave maka akan dibaca /dev/hda untuk harddisk yang pertama dan /dev/hdb untuk harddisk yang kedua , tetapi bagaimana dengan partisinya ? Tenang dulu kan saya belum selesai. Untuk pembagian partisi pada Linux gampang saja hanya menggunakan nomor saja kok , oke sekarang kita buat kasus kita akan mempartisi sebuah harddisk menjadi 3 dan kita taruh pada primary master maka gampang saja partisi pertama akan menjadi /dev/hda1, partisi kedua akan menjadi /dev/hda2 dan partisi ketiga akan menjadi /dev/hda3 mudah bukan ? Nah pada contoh kita kali ini kita kan menggunakan dua harddisk yang kita tancapkan pada primary master dan primary slave maka partisinya kan dibaca sepert ini :


  • Harddisk pertama : akan dibaca /dev/hda

  • Harddisk kedua partisi pertama : akan dibaca /dev/hdb1

  • Harddisk kedua partisi kedua : akan dibaca /dev/hdb2


    Udah ngerti belom, ngerti ngak ngerti pokoknya saya perkirakan anda mengerti dengan ini agar kita bisa lanjut ke bahasan berikutnya oke !.


  1. Booting pada Linux.

 

 

    Mungkin disini saya perlu menjelaskan bagaimana booting di linux tetapi kita harus mengerti terlebih dahulu konsep Boot Loader. Boot loader program yang akan dimuat oleh BIOS komputer dan bertanggung jawab untuk membaca kernel sistem operasi dan memberikan kendali jalannya sistem kepada kernel tersebut yang pada akhirnya kernel akan melakukan inisiasi terhadap sistem dan mengendalikannya. Maka apabila ingin OS kita dibaca oleh BIOS tanpa menggunakan Disk Boot maka kita perlu program Boot Loader yang terinstall pada MBR ( Master Boot Record ) yang biasanya terdapat pada harddisk pertama.


    Jadi apabila kita ingin menginstall multiple OS maka kita perlu Boot Loader yang powerfull yang dapat membaca banyak OS. Dan sekarang ini terdapat dua boot loader yang biasa digunakan di Linux dan sangat powerfull yaitu :


  • GRUB ( GRand Unified Bootloader ), yaitu boot loader yang banyak digunakan sekarang ini pada sistem Linux dan dijadikan boot loader default pada Linux Red Hat versi 9. GRUB mampu memuat berbagai sistem operasi baik yang proprietary maupun yang bebas seperti Linux. Untuk sistem proprietary digunakan proses yang disebut dengan chain-loading, yaitu proses startup dengan memuat boot loader yang lain.

  • LILO ( Linux LOader ), yaitu boot loader yang ampuh yang semula dikembangkan memang untuk Linux. LILO tidak bergantung pada file sistem tertentu dan dapat memuat kernel dari floppy disk maupun dari harddisk.


    Diantara kedua boot loader ini yang sering digunakan saat ini adalah GRUB karena mudah settingannya dan compatible untuk semua OS dan GRUB yang akan kita bahas pada tutorial kali ini. Pada saat instalasi Linux maka kita akan melewati fase konfigurasi boot loader maka pilihlah GRUB sebagai boot loader anda. File kofigurasi GRUB akan kita temukan pada /boot/grub/menu.lst.


  1. Setting Grub


    Sebenarnya ada beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk setitng dual OS dalam satu PC. Dan salah satunya dan yang yang akan kita bahas kali ini yaitu menggunakan GRUB karena pwerfull dan mudah dilakukan. Oke langsung saja, seperti yang sudah kita bahas sebelumnya kita akan menginstall 3 OS sekaligus. Pada contoh ini saya akan membahas bagaimana boot dengan banyak OS, dan untuk kasus ini OS ayng kita gunakan yaitu :

 

  • Windows : /dev/hda1

  • Fedora Core 4 : /dev/hdb1

  • Ubuntu 7.10 : /dev/hdb2


    Pertama saya sarankan atau mungkin bisa saya bilang sesuatu yang harus dilakukan adalah taruhlah windows pada harddisk pertama partisi pertama apabila anda ingin mempunyai nulti OS pada PC anda karena sepengatahuan saya windows tidak akan terbaca apabila anda taruh pada partisi selain partisi pertama harddisk pertama maka install lah windows terlebih dahulu dan taruh pada harddisk pertama, dan untuk contoh kita kali ini windows kita taruh pada harddisk pertama. Apabila anda menginstall Ubuntu terakhir setelah Fedora Core mungkin anda tidak perlu pusing-pusing setting GRUB lagi karena Ubuntu akan mensetting sendiri GRUB nya pada saat instalasi dan akan membaca OS yang lain , dan setelah selesai instalasi maka OS yang lain sudah terdapat pada GRUB list. Jadi apabila anda ingin Install Ubuntu maka saya sarankan install lah terakhir karena anda tidak akan pusing-pusing setting GRUB lagi.


    Tetapi Bagaimana bila GRUB kita hilang atau anda menginstall Fedora Core setelah Ubuntu maka kita perlu seeting Grub lagi karena instalasi GRUB pada Fedora Core tidak akan membaca OS yang lain. Maka pada contoh kali ini kita akan buat kasus terlebih dahulu, kasusnya adalah kita kehilangan GRUB kita dan kita akan menginstall GRUB kita pada Fedora Core. Bagaimana ya settingannya psuing nih ! Tenang jangan pusing untuk itu makanya saya buat tutorial ini. Jadi siapin kopi ,makanan kecil sama rokok setengah bungkus terus santai aja dulu. Langsung aja deh , ini nih tahapannya :


  1. Karena pada kasus kita kali ini kita kehilangan GRUB kita maka kita perlu sebuah Linux Live CD dan yang akan kita gunakan kali ini adalah Knoppix live cd. Apabila anda tidak kehilangan GRUB anda dan hanya ingin menggunakan GRUB Fedora Core bukan yang Ubuntu maka anda tinggal boot melalui Fedora dan langkah selanjutnya kurang lebih sama dengan yang akan kita bahas selanjutanya. Oke kita lanjut, jadi set BOIS anda agar booting pada cdrom dan masukkan Knoppix live cd pada cdrom.

  2. Setelah booting Knoppix selesai maka anda akan masuk pada desktop Knoppix, bukalah Terminal atau Konsole dengan klik kanan dan pilih opsi Konsole. Untuk dapat mengubah settingan GRUB Fedora yang terdapat pada /dev/hdb1 kita perlu mount partisinya terlebih dahulu dan anda harus sebagai root agar bisa melakukannya maka jalankan perintah


        knoppix~# su -

        password:

        root~# mount /dev/hdb1 /mnt/


          Biasanya password root nya kosong jadi tekan enter saja pada password. Dan perintah kedua           kita memount Fedora pada /mnt/.
     3. Setelah itu kita mengkonfigurasi file menu.lst atau grub.conf yang terdapat pada /boot/grub/               pada Fedora maka perintahnya adalah

 

        root~# vim /mnt/boot/grub/menu.lst


        Untuk membuat suatu OS agar dapat di boot oleh GRUB maka kita perlu bebrapa parameter  yaitu


  • Letak partisi root Ubuntu

  • Letak partisi kernel Ubuntu dan tambahan optionnya

  • Letak file initrd Ubuntu

 

    Apabila anda bingung dimana letak parameter tersebut maka mudahnya adalah melihat pada menu.lst yang ada di Ubuntu, untuk itu kita perlu mount partisi Ubuntu


        root~# mount /dev/hdb2 /media/

        root~# vim /media/boot/grub/menu.lst


    Copy kan settingan yang terdapat pada menu.lst Ubuntu ke menu.lst Fedora ingat hanya settingan untuk Ubuntu saja yang kurang lebih seperti ini tergantung dari settingan Ubuntu anda dan ini contoh settingan pada komputer saya

        title Ubuntu, kernel 2.6.20-15-generic

        root (hd1,1)

                kernel /boot/vmlinuz-2.6.20-15-generic root=UUID=e1a6d0e7-df1e-49c1b829-782649a2177b ro quiet splash

        initrd /boot/initrd.img-2.6.20-15-generic

        quiet

        savedefault


    Copy baris tersebut pada menu.lst yang ada pada Fedora . Saya akan jelaskan sedikit tentang konfigurasi GRUB diatas


  • title : untuk nama yang akan tampil pada GRUB list pada saat boot , anda bisa mengubahnya sesuai dengan yang anda mau

  • root : untuk letak partisi root OS yang akan di boot

  • kernel : untuk letak file kernel OS yang akan di boot , biasanya bernama vmlinuz yang terletak pada direktory /boot/

  • initrd : untuk letak file initrd OS yang akan di boot


Setelah anda tambahkan maka konfigurasi menu.lst yang ada di Fedora kurang lebih akan seperti ini


    title Fedora Core (FC 4) (on /dev/hdb1)

    root (hd1,0)

    kernel /boot/vmlinuz-2.6.11-1.1369_FC4 ro root=LABEL=/ rhgb quiet

    initrd /boot/initrd-2.6.11-1.1369_FC4.img

    savedefault

    boot


    title Ubuntu, kernel 2.6.20-15-generic

    root (hd1,2)

    kernel /boot/vmlinuz-2.6.20-15-generic root=UUID=e1a6d0e7-df1e-49c1-b829-782649a2177b ro quiet splash

    initrd /boot/initrd.img-2.6.20-15-generic

    quiet

    savedefault


    title Windows NT/2000/XP (loader)

    root (hd0,0)

    savedefault

    chainloader +1


        Untuk settingan windows kurang lebih seperti diatas , biasanya sama pada Linux mana pun             karena merupakan chainloader. Save file tersebut apabila telah selesai.

        4. Tugas selanjutnya adalah menginstall GRUB pada Fedora dengan perintah grub-install dan         untuk melakukan ini maka anda harus menjadi root pada Fedora tapi bagaimana mungkin kan         kita sedang berada di Knoppix live cd, waduh jangan pusing kan ada perintah chroot maka             yang kita lakukan adalah



    root~# chroot /mnt/

    fedora~# grub-install /dev/hda


    Perintah pertama diatas berarti anda mengganti root yang di Knoppix menjadi root yang ada di         Fedora yang sedang di mount di /mnt/ dan perintah kedua akan menginstall kembali GRUB pada      MBR di komputer anda


        5. Setelah itu Restart komputer anda dan voila GRUB anda sudah ada lagi. Coba cek satu             persatu pilihan sistem operasi yang ada yang terdapat pada GRUB list. Jika anda dapat masuk         ke semua OS tersebut maka selamat anda telah sukses men setting GRUB untuk multi OS.



    Sekian bahasan kita kali ini mudah-mudahan bermanfaat bagi anda semua. Dan ingat jangan pernah berhenti belajar, dan share ilmu yang ada pada kita.wasallam


This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it



 
< Prev   Next >

Top Listing Download

Yahoo! News: Most Viewed - Technology
Yahoo! News

Newsflash

Shuttle Mission

Shuttle Mission Is Delayed by Problems With Fuel Sensors - New York Times
Turkish PressShuttle Mission Is Delayed by Problems With Fuel SensorsNew York Times - 31 minutes ago By WARREN E. LEARY CAPE...

read more on plasa.com